Wednesday, January 18, 2012

Hanya rangkaian kata-kata

Hai, kamu.
Apa kabar?
Sudah lama tidak kesini.
Ruangan kecil di sudut pikiran.
Menepi dari sibuknya dunia, dan bercengkrama dari hati ke hati.

Tempat ini tampak sangat tidak terawat, ya. Partikel debu menumpuk dan bahkan aku bisa melihat banyak laba-laba membuat sarangnya di sudut-sudut ruangan.

Ah, aku bodoh. Aku lupa merawatnya.
Terlalu terlarut dengan sibuknya dunia dan hiruk-pikuknya.
Aku lelah.
Lelah dengan semua kesibukan yang hampa.

Pernahkah kau merasakan hal yang sama?
Di saat dirimu dipaksa bergerak mengikuti arus pergerakan dunia, yang cepat, melelahkan, dan terkadang penat.
Saat dirimu hanya ingin diam saja.
Bahkan keterpaksaan tak cukup untuk membuatmu menggerakan seujung jari pun.
Saat ajakan terdengar palsu.
Saat senyuman terlihat fana.

Aku ingin diam.
Stagnan dan termenung di tengah lautan manusia yang bergerak tanpa henti.
Diam dan menengadah keatas, ke langit.
Merasakan titik-titik air hujan yang jatuh ke telapak tangan.
Dan pundak.
Dan kepala.
Dan semuanya terguyur hujan. Dan aku… tetap tidak ingin bergerak.
Dan saat semuanya berlarian pergi mencari tempat berlindung.
Tapi aku diam. Hanya menggerakan otot-otot wajah dan melengkungkan senyum.

Hai, kamu yang ada di ruangan kecil di sudut pikiran.
Boleh aku diam disini?
Menemanimu, mungkin?

Saat berteriak tak cukup nyaring untuk melepaskan semua penat.
Hanya diam yang jadi jawaban.
Dan aku, masih ingin diam di bawah hujan. Dan tersenyum.

18 Januari 2012, 19:57

0 comments:

Post a Comment